NDP Sejarah
yang terlupakan dan tijauan persfektif Al Qur’an
By
: Azaella El- A
Senantiasa bersyukur kepada Allah dan memohon
perlindungannya sebagi sumber dari segala kebenaran dan dan tujuan hidup.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan PMII
berusaha menggali sumber nilai-nilai atau istimbathul asasi yang terkandung
dalam nash agama dan sejarah insane pergerakan dalam bentuk rumusan yang sudah
final dengan sebutan Nilai Dasar Pergerakan
(NDP).
Untuk istilah NDP sendiri sudah tidak lazim
lagi bagi kader PMII, karena NDP menjadi acuan bagi para kader untuk mencapai
suatu tujuan. ketika kita menjumpai para kader dan ditanyai apa yang disebut
dengan NDP. Dengan sangat mudah menjawab Nilai Dasar Pergerakan saja. Ternyata
NDP yang selama ini dirintis
bertahun-tahun oleh para pendahulu dan diskralkan oleh para kader hanya di
pahami secara teoritis saja dan sebagai materi dalam MAPABA ( Masa Penerimaan
Anggota Baru)
NDP atau Nilai Dasar Pergerakan merupakan
nilai-nilai secara mendasar yang merupakan gabungan sublimasi nilai keislaman
dan keindonesaan dengan kerangka pemahaman Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam PMII
sebagi Manhajul Fikr atau sebagi acuan berfikir para kader PMII. Yang dimaksud
dengan nilai keislaman disini adalah kemerdekaan ( Al-Huriyah), persamaan ( Al
Musawaa’ ) keadilan (Al-‘Adl), dan mendasari, meberi spirit pergerakan yang
meliputi iman (aspek iman), Islam ( aspek Syari’ah) dan Ihsan ( aspek etika dan
akhlak). Sedangkan dalam nilai keindonesaan adalah beragamnya suku bangsa,
agama, ras, dan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia tercinta dan memberi tempat berpijak, bergerak dan
memperkaya aktualisasi dan proses dinamika pergerakan.
Jika
kita melihat dari kacamata sejarah, bahwa perumusan NDP ini melalui beberapa proses
konfrensi yang dilakukan oleh PB, selama ± 15
tahun barulah tersusun sebagai Nilai Dasar Pergerakan bagi para kader PMII yang
terkandung didalamnya semua subtansi
bernilai praktis bukan sebatas nilai konsep teoritis yang hanya untuk
kita ingat dan dihafalkan sajja.
Jika
kita follow back pada MAPABA ada materi NDP isinya Cuma 2 lembar yang
menghabiskan waktu begitu lama akan tetapi
para pedahulu kita tidak semena-mena merumuskan begitu saja tetapi
memikirkan subtansi nilai yang terkandung didalamnya sebagai acuan pergerakan
para kader yang menjadi roh untuk membangkitkan ghiroh para kader, sebagi
sumber ideal-moral dari aktifitas dan pusat argumentasi.
Rumusan NDP
1. Tauhid
Meng-esakan
Allah merupakan nilai yang paling asasi dalam sejarah agama Islam, hal ini
terkandung dalam suroh Al-Ikhlas : 1-4 dan Al-Baqoroh 130-131 yang subtansinya
bahwa Tuhan hanyalah satu (esa) dan kisah
nabi Ibrahim untuk berserah diri kepada tuhan.
PMII
lebih memilih pedekatan berfikir Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk memahami dan
menghayati keyakina tauhid.
2. Hubungan
manusia dengan Allah
Allah
adalah pencipta segala sesuatu Allahu kholiku kullu syai dan menciptakan
manusia denga sebaik-baiknya dan memberi kehormatan yang ditandai dengan nalar
berfikir supaya manusia dapat bersyukur akan nikmat yang diberikannya untuk
berkrasi dan kesadaran moral agar mampu memerankan fungsi sebagai kholifal fil
ard dalam hal ini terdapat dalam suroh al-an’am : 165
3. Hubungan
manusia dengan manusia
Dalam
hal ini, para kader mampu bersikap social antara dengan yang lainnya agar
tercipta rasa persatuan dan memperkuat tali persaudaraan sesame kader PMII.
Dengan bersikap social, para kader harus saling tolong menolong, bekerja sama,
saling menghormati, dan mengajak kebenaran demi kebaikan, dengan demikian akan
tercipta simbiosis-mutualis oleh para kader PMII, dalam hal ini terdapat dalam
surah Al-Hujarot : 13
4. Hubungan manusia dengan alam
Allah menjadikan manusia sebagai kholifal fil
ard di muka bumi ini untuk menjaga bumi dengan sebaik-baiknya, tidaklah seorang
kader PMII malah mengabaikan hal itu untuk menjaga dan merawat kelestarian bumi tercinta ini. Menurut pandangan
sekaarang ini, banyak kader yang melalainkan tugasya seorag kader PMII untuk
melestariakan alam semesta dan meraka lebih menyukai untuk berbuat kerusakan
atau tidak ada rasa kepedulian terhadap lingkungan sekita, dalam suroh
Al-Qoshos : 77, Allah berfirman bahwa dan janganlah kamu berbuat kerusakan
dibumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. Dalam ayat
tersebut sudah jelas bahwa kita sebagi kader PMII harus menjaga dan
melestarikan alam semesta bukan sebaliknya malah membuat kerusakan dibumi
ini. Dalam UUPA mengatakan bahwa seluruh
bumi, air dan ruang angkasa termasuk kekayaan alam yang terkandung dalamnya adalah
milik Negara Indonesia dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran
rakyat. Oleh karena itu, kita sebagai kader PMII yang Insya Allah menjadi kader
Mujtahid harus mengaplikasikan dan menjaga kelastarian alam. Itu semua adalah
perintah PMII melalui Nilai Dasar Pergerakan ini yang ditujukan oleh selaku
kader. NDP bukanlah Nilai Dasar Pergerakan yang bersifat verbalitas semata
melainkan subtansi nilai yang terkandung didalamnya bersifat nilai aktivitas
yang harus dan wajib kita laksanakan sebagai orang yang mengaku kader PMII.
Harapan dari penulis, semoga apa yang telah
dipaparkan diatas dapat membangkitkan dan mengkonstruk kesadaran para kader
PMII melalui dengan benar dan akhirnya dapat mengiplemantasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Meraka akan menjadi kader yang Mujtahid dan KAULA (Kader Ulul
Albab) yang diimpikan dan dinanti-natikan kehadirannya oleh PMII.






0 komentar:
Posting Komentar